Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2014

Sudahkah anda punya BPJS?



Sekarang ini biaya berobat tergolong mahal, bahkan terasa sangat mahal bagi sebagian besar orang. Maka bagi anda yang WNI dan belum memiliki Jaminan Kesehatan, pemerintah telah membuat program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan).

Caranya Sangat Mudah:
Buka Link: www.bpjs-kesehatan.go.id
Klik Layanan Peserta,
Pilih Pendaftaran Peserta,
Klik Paling bawah, Pendaftaran,
Klik identitas peserta baru,
Isi mulai e-ktp ke bawah,
Isi juga kolom alamat,
Masukkan email kita (buat terima konfirmasi aktifasi pendaftaran),
Masukan kode yang tertera di gambar,
Klik simpan,
Buka email kita,
Klik aktivasi pendaftaran,
Unduh/download formulir,
Unduh/download nomer peserta,
Print kedua unduhan tersebut,
Bayar ke bank BRI, BNI, Mandiri,
Bawa kelengkapan data:
    Print ke 2 lembar unduhan
    Struk pembayaran yang sudah di bayar
    Fotocopy KTP, KK, Foto 3x4 1 lembar
    Datang ke kantor BPJS
    Cari ke bagian Online
    Serahkan data² tadi, ditukar denqan nomer antrian untuk cetak kartu BPJS.

Dengan membayar perbulan

Kelas 3: 25.500.
Kelas 2: 42.500.
Kelas 1: 59.500.

Asuransi ini menjamin berobat dan rawat inap di RS. Silahkan dipelajari. Untuk yang tidak mampu, asuransi dibayarkan oleh pemerintah.

Silakan di-share kepada teman dan saudara anda, kita semua tentu tak berharap sakit, tapi tak ada salahnya untuk berjaga-jaga.

Mudah-mudahan informasi ini bisa membantu kita semua, karena sudah banyak terkena penyakit berat dan biaya ditanggung oleh BPJS, paling tidak ini akan terasa meringankan bagi yang menderita penyakit berat.


Semoga bermanfaat.

Minggu, 01 Agustus 2010

Cara mengatasi insomia


Dah malam gini belum bisa tidur!, akhirnya saya mencoba shearching agar tahu cara mengatasi insomia, berikut adalah hasilnya,
Yang namanya insomnia sebenernya ada dua jenis: insomnia kronis dan insomnia sesaat. Insomnia yang terjadi selama tiga malam atau lebih dalam seminggu (sikon ini berulang terus selama sebulan), disebut sebagai insomnia kronis. Penyebabnya antara lain karena penggunaan kafein dan alkohol secara berlebihan, mengalami stres berkepanjangan, atau udah kebiasaan melakukan aktivitas malam.
Beda dengan insomnia sesaat, yang munculnya kadang-kadang. Yah, paling kenceng sehari doang! Insomnia sesaat lebih disebabkan oleh stres ringan, gangguan lingkungan (berisik, banyak nyamuk, dll.), suhu yang ekstrem, atau efek samping pengobatan.

Oke, sekarang kita lanjut ke cara mengatasinya! Katherine Albert, Ph.D.,M.D, penulis buku Get a Good Night's Sleep , bilang insomnia bisa diatasi lewat diet khusus.
1. Perbanyak makan makanan yang kaya vitamin B, seperti ikan, padi-padian, biji bunga matahari, selada, kacang-kacangan, dan bayam, untuk membantu menetralkan tubuh akibat stres.
2. Perbanyak juga makan makanan yang kaya akan karbohidrat, kayak pisang, pasta, yogurt, kentang, dan oatmeal. Kenapa? Karena karbohidrat bisa membantu tubuh memproduksi serotonin (hormon penyebab tidur)
3. Jangan minum susu dengan lemak banyak (terutama menjelang tidur), karena justru meningkatkan insomnia. Kalo pengen susu, cari yang low fat.
4. Kurangi mengonsumsi makan garam.
5. Terakhir, singkirkan kafein dan alkohol secara total!

Semoga bermanfaat buat sobat zetiyo’sblog yang lagi kena insomia.

di sunting dari: www.hai-online.com

Kamis, 22 Juli 2010

Otak lebih suka Gambar dan Warna


Setiap orang membutuhkan stimulus yang baik agar otak bisa berkembang secara optimal. Namun otak manusia sebenarnya lebih menyukai segala sesuatu yang berbentuk gambar dan berwarna.

Otak memainkan peranan yang penting, karena di dalam organ ini terdapat pusat dari berbagai aktivitas manusia dan salah satunya berhubungan dengan kecerdasan. Kecerdasan seseorang itu tidak menetap, karena jika seseorang terus mendapatkan stimulus yang tepat maka kecerdasan ini bisa meningkat.

"Otak manusia itu lebih suka dengan segala sesuatu yang bergambar dan berwarna. Karena gambar bisa memiliki sejuta arti sedangkan warna akan membuat segala sesuatu menjadi lebih hidup," ujar Bobby Hartanto, MPsi dalam acara konferensi Smart Parents Membantu Orangtua Gali Potensi Anak Pada Golden Periode di Annex Building Wisma Nusantara Complex, Kamis (22/7/2010).

Nah, karena otak lebih suka gambar dan warna, sebaiknya buku untuk anak-anak jangan yang berisi banyak kata-kata, tapi berisi gambar yang dilengkapi dengan warna-warna agar lebih menarik.

Dengan membuat poster yang dilengkapi dengan kata-kata positif anak akan lebih mengerti. Misalnya jika ingin mengajarkan anak disiplin, buatlah gambar binatang yang sedang mengantre lalu berilah tulisan 'Antri Yuk'. Orangtua dapat membuat poster sendiri sesuai dengan tujuannya apa dan bisa ditempel di kamar sang anak.

"Semakin banyak rangsangan tepat yang diterima oleh anak, maka anak akan semakin baik dalam mengingat. Serta koneksi antar neuron akan semakin banyak dan struktur otak akan rapat," ungkapnya.

Untuk memperkuat koneksi antar neuron yang sudah ada, maka harus dilakukan pengulangan sesering mungkin agar koneksi tersebut semakin kuat. Jika otak tidak dirangsang, maka koneksi yang sudah terbentuk bisa saja menjadi runtuh.

"Agar otak bisa berkembang dan mampu mengolah informasi secara optimal, maka orangtua harus memahami bagaimana cara anak belajar, menyerap dan mengolah informasi sehingga bisa memberikan stimulus yang tepat," ujar Bobby.

Bobby menambahkan 5-10 menit sebelum anak jatuh tertidur adalah waktu yang tepat untuk mengingat atau menanamkan nilai-nilai tertentu. Karena pada saat tersebut ada gelombang tetha di otak mampu mengingat dan menyimpannya sebagai memori jangka panjang.

di sunting dari detikhealth

Sabtu, 17 Juli 2010

Cara mengatasi kram?


Satu kasus yang baru saya alami adalah kram kaki, yang kadang tiba2, kram otot kaki yang terjadi secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh satu otot atau lebih dan berlangsung mulai dari beberapa detik hingga menit. Kondisi ini paling umum disebabkan oleh kejang otot, selain itu ada juga akibat dehidrasi, sirkulasi mineral yang tidak merata atau masalah lainnya.

Berikut adalah cara mengatasi kram, sehingga keadaannya lebih baik;

1. Melakukan pemijatan
Terapi pijat adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi kram, karena bisa membantu otot menjadi rileks. Melalui pemijatan ini akan membuat mobilisasi jaringan menjadi lebih lunak serta merangsang sirkulasi atau aliran darah.

Akibatnya aliran darah bisa membawa oksigen dan nutrisi lainnya ke sel, sehingga membantu membersihkan limbah metabolisme termasuk asam laktat yang tertumpuk di otot.

2. Mengompres dengan air hangat
Mengompres dengan sesuatu yang hangat bisa memperbaiki fleksibilitas tendon dan juga ligamen, mengurangi rasa sakit, meningkatkan aliran darah dan metabolisme serta mengurangi kejang otot. Hangat yang dialirkan bisa merangsang pelepasan zat endorfin yang dapat menghambat rasa sakit.

3. Melakukan peregangan atau streching
Peregangan adalah salah satu solusi jangka pendek untuk kram. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) arah yang harus dilakukan untuk menahan peregangan tergantung dari otot mana yang mengalami kram, hal ini bisa ditentukan berdasarkan apa yang bisa membuat kaki merasa bertambah parah atau lebih baik.

AAOS menyarankan agar melakukan peregangan sebelum dan setelah latihan, hal ini bisa berguna sebagai pemanasan bagi otot. Salah satu caranya bisa dengan berjalan di tempat atau berjalan cepat.

4. Mengonsumsi cairan
Beberapa kondisi kram disebabkan oleh dehidrasi, sehingga mengonsumsi air lebih banyak bisa membantu meringankan kram. Seseorang yang melakukan olahraga akan mengalami peningkatan suhu tubuh, sehingga konsumsi air harus lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu kram.

artikel terkait:
1. Cara Mengatasi Anak Nakal

Sabtu, 10 Juli 2010

Mengatasi Anak yang Suka Kekerasan


Saat sedang bermain si kecil kadang suka memukul atau menyerang teman bermainnya. Kondisi ini membuat orangtua panik dan kaget. Bagaimana mengatasi kelakuan anak seperti ini?

Sifat agresif atau suka menyerang adalah bagian yang normal dari perkembangan anak. Hal ini dikarenakan keterampilan berbicaranya yang belum sempurna serta keinginan kuat untuk mandiri, membuat anak menggunakan tindakan fisik untuk mengungkapkan perasaannya.

"Beberapa tingkatan memukul dan menggigit masih menjadi hal yang normal, tapi orangtua harus memberitahu bahwa tindakan tersebut salah dan mengajarinya cara lain untuk mengungkapkan perasaannya," ujar Nadine Block, direktur eksekutif Center for Effective Discipline di Columbus, Ohio, seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (8/7/2010).

Orangtua harus membantu anak mengendalikan dirinya agar bisa belajar bergaul atau bersosialisasi dengan yang lain.

Jika anak memukul atau menggigit anak lain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasinya:

1. Merespons dengan cepat

Cobalah untuk merespons langsung ketika melihat anak semakin agresif, lalu ajaklah ia keluar dari situasi tersebut.

Cobalah untuk memberitahunya dengan cara menghubungkan perilaku tersebut dengan konsekuensi yang harus diterimanya, misalnya jika ia memukul maka ia akan kehilangan kesenangan dan waktu bermainnya.

2. Menindaklanjuti tindakan anak

Setelah membawa anak keluar dari tempat bermain, duduklah dan ajak ia menonton anak-anak lainnya bermain. Jelaskan padanya bahwa ia boleh bermain kembali kalau sudah siap untuk bergabung tanpa menyakiti anak-anak lainnya.

Tapi usahakan untuk tidak marah dan tidak berteriak, karena anak akan berpikir salah satu cara untuk terlepas dari agresif fisik adalah melalui agresif verbal.

3. Memberikan konsekuensi yang sama

Sebanyak apapun anak melakukan tindakan agresif, sebaiknya orangtua tetap memberikan konsekuensi yang sama. Hal ini mengajarkan pada anak jika ia melakukan sesuatu yang menyakiti anak atau orang lain, maka ia akan menerima konsekuensi yang sama dari orangtuanya.

4. Mengajarkan cara lebih baik untuk mengungkapkan perasaannya

Setelah anak mulai mereda emosinya, tanyakan padanya dengan lembut apa yang terjadi sehingga emosinya meledak. Setelah itu, orangtua bisa memberitahu cara untuk meluapkan emosinya dengan tidak menyakiti orang lain.

5. Mengajarkannya untuk minta maaf

Pastikan anak-anak memahami bahwa ia harus menyesal setelah melakukan kesalahan dan menuntunnya mendekati anak yang disakiti untuk minta maaf. Mungkin awalnya anak akan meminta maaf secara tidak tulus, tapi hal ini akan menjadi proses pembelajaran bagi anak.

6. Memberikan hadiah untuk perilaku baiknya

Jika anak dapat mengendalikan atau menahan rasa amarahnya, maka orangtua bisa memberinya pujian atas sikapnya tersebut. Hal ini akan memicu anak untuk berusaha mengendalikan amarahnya dan melampiaskannya dengan cara lain yang tidak menyakiti teman-temannya.

7. Membatasi waktu menonton televisi

Beberapa tayangan televisi seringkali menunjukkan adegan berteriak, mengancam, mendorong atau memukul, meskipun tayangan ini untuk anak-anak.

Karena itu mulailah untuk memantau acara yang ditonton oleh anak dan membatasi waktu menonton televisinya, sehingga anak-anak tidak melihat adegan tersebut. Sebagai konsekuensinya cobalah menyediakan waktu bermain yang lebih banyak dengan anak.

di sunting dari sini