Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2016

Masalah sesungguhnya bukanlah: MASALAH.

Masalah sesungguhnya bukanlah: MASALAH.

Adanya masalah menunjukkan bahwa diri kita bermasalah.

Ya. Bermasalah.

Tepatnya kita bermasalah karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Karena sejatinya tidak akan ada masalah jika kapasitas diri kita lebih tinggi posisinya daripada beban masalah itu sendiri.

Jika masalah itu nilainya 5, sedangkan kapasitas diri kita hanya 1, tentu ini adalah masalah buat kita...

Tapi jika masalah itu nilainya 5, sedangkan kapasitas diri kita nilainya 8, tentu ini bukan sebuah masalah buat kita....

Misalnya, Anda punya hutang 100 juta. Kalau penghasilan sebulannya cuma 5 juta, ya tentu bakalan jadi masalah...

Tapi kalau Anda punya hutang 100 juta, tapi penghasilan Anda sebulannya adalah 150 juta, maka tak ada lagi yang namanya masalah...

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Cara terbaik untuk meningkatkan kapasitas diri adalah dengan menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan.

Dan cara terbaik untuk terus meningkatkan wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan adalah dengan BELAJAR.

Anda akan terus belajar dan mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup untuk kehidupan. Dengan begabung bersama agency takaful. Segera hubungi sekarang juga 08568210127.


Anda boleh, buktikan!!! 

Minggu, 26 April 2015

Kenapa ya?

Kenapa,ya?                                                       :(     


Penyesalan selalu datang belakangan. Bener,ga?
 Makanya jangan sia-siakan waktumu,bro..                         
 Jadikan waktumu produktif.
Lakukan kegiatan yg bermanfaat, jgn nglamun aja, tidur2an gak jelas, atau begadang tanpa tujuan..
Dimarahi bang rhoma, nanti..                           

Lebih baik kehilangan Masa Muda, daripada kehilangan Masa Depan! Sepakat, Brother.. ˆˆ  
Oya, Kalau penghasilan  gitu2 aja, bahkan minus buat kebutuhan sehari-hari.
coba bisnis TAKAFUL aja bersama @EkoSetiyoG

-          Tanpa stok, Tanpa repot
-          Keuntungan sangat tinggi, Komisi sampai 4 tahun
-          Bonus sampai 12 juta/tahun
-          Gratis Seminar/training pengembangan diri

Yuk, Silahturahmi dapat Rejeki..
Dari sahabat bisnismu, @EkoSetiyoG ˆˆ  
 Financial consultant takaful
Info : 08568210127 / pin: 75d0fa98


Hidup kok gini2 ajah..

Selasa, 20 Januari 2015

Belajar Goblok dari Bob Sadino



"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain."

"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya."

"Orang pintar kebanyakan ide & akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma  punya 1 ide dan itu jadi kenyataan."

"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat & jika untung maka bertambahlah syukur saya!"

"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif."

"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar."

"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu."

"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya ga pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir kan cuma selangkah."

"Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah."

"Orang pintar maunya cepet berhasil, padahal semua orang tau itu impossible! Orang goblok cuma punya 1 harapan: hari ini bisa makan."

"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja."

Selasa, 09 September 2014

Shalat dan Shabar



Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu)
orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan
bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah:45-46)

Kita sering kali mencari pertolongan ke sana ke mari saat kita ditimpa masalah,
namun kita (mungkin hanya saya), malah sering lupa untuk meminta pertolongan
kepada Allah SWT melalui shalat dan shabar. Shalat adalah bukti ketundukan
kita kepada Allah SWT, shalat adalah do’a, shalat adalah ibadah yang bukan
hanya memuji Allah SWT tetapi juga berisi permintaan-permintaan kita kepada
Allh SWT.

Alangkah indahnya dalam sujud dan ruku’ kita mensucikan dan memuji Allah
sebagai simbol ketundukan dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, jangankan kepada makhluq-Nya yang tunduk
dan taat, bahkan kepada orang-orang yang membangkang pun dengan segala
kesombongannya, Allah masih tetapi memberikan nikmat tiada tara.

Mungkin kita perlu membenahi shalat kita, agar sesuai dengan syariat dan
menjalankannya dengan penuh kekhusyuan. Kita seharusnya malu jika masih
setengah-setengah menjalankan shalat, mengabaikannya, tidak peduli apakah
shalat kita sudah benar atau tidak, dan shalat hanya penggugur kewajiban.

Sudahkah shalat kita sesuai syariat?

Sudahkah kita yakin bahwa shalat kita sudah sesuai dengan syariat? Marilah kita
bertanya, apakah takbiratul ihram kita sudah benar? Jika ya, tahukah Anda ayat
atau hadits yang membuktikan bahwa takbiratur ihram kita itu sudah benar? Jika
kita masih ragu atau masih belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini,
berarti kita masih perlu belajar, masih perlu membuka buku-buku fiqh dari ulama
terpercaya.

Inspirasi buat saya, meski sudah seperempat abad saya shalat, saya harus tetap
mempelajari bagaimana cara shalat yang benar. Saya harus membaca buku dan
bertanya, bagaimana shalat yang benar, dengan mengetahui dalil-dalil yang
membuktikan kebenaran tersebut.

Sudahkah shalat kita khusyu’?

Bukan sembarang shalat yang akan menjadi penolong kita. Dalam ayat tersebut,
disebutkan bahwa orang yang bisa menjadikan shabar dan shalat sebagai
penolong ialah mereka yang khusyu’. Tidak ada ukuran baku dalam shalat
khusyu’, oleh karena itu kembali kita meminta kepada Allah SWT agar
menjadikan shalat kita dengan khusyu’.

Shalat yang khusyu adalah shalat yang dikerjakan dalam nuansa harap, cemas,
dan cinta, serta dengan takbir yang sempurna, lantunan ayat yang tartil, ruku’
dengan tawadhu, sujud dengan diliputi kerendahan hati dan keikhlasan. Tentu
tidak lupa harus sesuai dengan syariat. Sebagai tip agar shalat kita lebih khusyu’
ialah dengan menganggap bahwa shalat yang kita lakukan adalah shalat yang
terakhir, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw;

Jika kamu berdiri untuk melaksanakan shalat, maka shalatlah seperti shalatnya
orang-orang yang akan berpisah (meninggal). (HR Ibnu Majah)

Subhanallah. Allah sudah menyediakan suatu solusi kepada kita, untuk setiap
masalah yang dihadapi. Cara yang lengkap, bukan hanya mengajarkan apa yang
harus dilakukan, tetapi juga bagaimana melakukannya dengan baik yang benar.
Masihkah kita takut dengan masalah? Masihkah kita menghindari masalah?
Masihkan kita frustasi dengan masalah? Padahal Allah SWT sudah memberikan
solusi bagi kita?

Jalani hidup. Hadapi masalah. Jangan menjadi pengecut sehingga kita tidak
berkarya, tidak mencoba berbuat sesuatu yang besar karena takut masalah
menghadap kita. Banyak pemuda yang enggan menikah karena alasan belum
siap, padahal solusi sudah disiapkan oleh Allah SWT. Banyak orang yang tidak
mau memikul beban dakwah, padahal solusi sudah disiapkan oleh Allah SWT.
Saat Rasulullah saw dan para sahabat hijrah, mereka meninggalkan kampung
halaman, meninggal harta benda, dan meninggalkan keluarga. Mereka
mengambil resiko untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Mereka tahu, masalah
bisa saja muncul baik saat hijrah dan setelahnya. Tetapi mereka tetap
menjalaninya, karena mereka yakin masalah yang akan ditemui, Allah SWT
sudah menyiapkan solusinya.

Rasulullah saw selalu menjadikan shalat sebagai solusi berbagai masalah
seperti yang kita baca dalam berbagai riwayat. Hudzaifa bin Al Yaman
menceritakan, “Jika Rasulullah saw ditimpa sebuah kesulitan beliau bersegera
melaksanakan shalat.” Begitu juga yang diriwayatkan oleh Haritsah bin Madhrib,
“Aku mendengar Ali ra. berkata, ‘Kamu melihat kami dan segala keadaan kami
pada malam perang Badar kecuali Rasulullah saw, beliau mengerjakan shalat
dan berdo’a hingga datang waktu subuh.’”

Sering kali saya mendengar jika seseorang sakit dia seolah-olah ada alasan
untuk tidak shalat. Padahal justru shalat bisa mengobati penyakit, seperti apa
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah saat dirinya sedang sakit perut. Rasulullah
saw. bertanya, “Apa kamu sakit perut?” Ia menjawab. “Benar.” Beliau bersabda,
“Berdirilah dam kerjakan shalat. Sesungguhnya dalam shalat itu terdapat
kesembuhan.”

Allahuakbar. Marilah kita hadapi hidup dengan tegar. Biarkan masalah datang,
tidak usah kita hindari apa lagi lari dari masalah. Saat kita lari dari masalah,
sebenarnya hanya menuju ke masalah yang lain yang mungkin saja lebih besar
dari masalah yang kita hadapi saat ini. Kita sudah memiliki solusi dari setiap
masalah yang muncul yang sudah disiapkan oleh Allah SWT untuk kita. Marilah
jalani hidup dengan lebih semangat dan optimis. Tidak ada alasan untuk tidak.

Saat kesulitan menghimpit, bersabarlah….

Saat kita menghadapi masalah. Saat kita memerlukan pertolongan, yang kita
bisa lakukan selain shalat adalah bershabar. Memang ada yang lain? Usaha!
Yah usaha, yang sebenarnya usaha adalah bagian dari shabar. Hanya saja
usaha dalam rangka shabar lebih bermakna ketimbang hanya usaha saja yang
bisa saja membuat kita frustasi.

Memang, makna kesabaran bukanlah kita diam, pasrah, dan menyerah. Shabar
bersanding dengan usaha bahkan dalam berbagai ayat kita temukan shabar
sering disandingkan dengan kata jihad. Inilah maknanya buat kita,

Usaha/jihad + shabar = pertolongan Allah SWT

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada
Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali 'Imraan: 200)

Jadi janganlah cepat menyerah. Majulah terus, usahalah terus, sebab jika kita
shabar insya Allah, Allah SWT akan menolong kita karena ini yang
diperintahkan-Nya kepada kita. Kenapa harus takut jika ada jaminan dari Allah?
Kenapa harus ragu jika Allah SWT akan menolong kita? Ini bukan kata saya, ini
ayat Al Quran, yang ditujukan untuk kita semua.

Dengan bershabar, kita akan menjadi lebih semangat dalam menjalani hidup.
Bagaimana tidak, pertolongan Allah SWT sudah di depan mata. Tinggal sejauh
mana kita bisa meraih pertolongan tersebut dengan kesabaran kita.

Sumber ; motivasiislam.com

Jumat, 29 Oktober 2010

Berbuat Baik dengan Benar

Assalamu'alaikum Wr..Wb...
  Sobat zetiyo banyak orang yang berusaha menjadi baik tetapi dengan cara yang keliru ..
Dia baik jika menguntungkan tetapi ketika akan ada kerugian dia tinggalkan...
Bagaimanakah berbuat baik dengan teknik yang terbaik ???

   ( 1) Jika melakukan sesuatu yang baik,lakukan itu karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata dan yakinlah  bahwa anda diperintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Untuk melakukannya. Ingat selalu bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan mendatangkan pahala atas perbuatan kita....Jangan harapkan ucapan terimakasih dari orang yang anda berikan kebaikan....Sebab hal itu akan mengurangi takaran pahala Anda disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala....
Namun sebaliknya , Jika Anda mendapat kebaikan dari orang lain....secepat mungkin ucapkan terima kasih. Doakan dia dengan tulus ikhlas, '' JAZAKUMULLAH KHAIRAN'' ( semoga Allah membalas kebaikan anda ) Doa Anda bernilai ibadah, dia akan membuat anda mendapat kebaikan.Karena memberi contoh dan keteladanan dalam keikhlasan. Maka doakanlah kebaikan untuk  mereka yang Anda sukai ataupun musuh-musuh Anda....Dalam hubungan antar manusia banyak  hal-hal baik seolah-olah kecil dan ringan ....padahal sesungguhnya merupakan hal-hal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala..

   ( 2 ) Berlomba-lombalah dengan orang lain untuk berbuat baik . Baik dari segi kuantitas maupun dari segi mayoritas....Memang dalam kebaikan ini ,Kita diperintah Alah Subhanahu Wa Ta'ala untuk saling berlomba dengan orang lain. Istilahnya berasal dari Kitab Suci Al Qur'an '' FASTABIQUL KHOIROOT'' ( berlomba-lombalah kalian dengan kebaikan )
Peluang dan kesempatan untuk berbuat baik sangat terbuka lebar. Sebab banyak sekali orang yang memerlukan bantuan disekitar kita.Betapapun kecilnya, mungkin tak berarti bagi orang-orang yang tak tau berterima kasih , namun disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala  tetap besar dan bernilai...

 ( 3 ) Jangan remehkan kebaikan,meskipun kecil .
Seringkali kita menganggap kecil dan tidak berarti pebuatan baik.Padahal dalam timbangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala perbuatan itu sungguh besar.Bahkan walau Anda hanya tersensum  ketika bertemu orang lain,maka anda telah berbuat kebajikan .Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: '' Jangan anggap remeh suatu perbuatan baik ,meskipun bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang cerah'' Al Hadist.

        Dalam Hadist lain sangat jelas disebutkan tentang sedekah .'' Senyummu kepada saudaramu itu tergolong sedekah''!

( 4 ) Menjadikan '' BAIK '' sebagai watak yang melekat dalam dirinya atau menjadi Akhlak yang menghias kepribadiannya....Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menyatakan, 
         Sifat-Sifat yang baik itu tidak di Anugerahkan  melainkan orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(QS- Fushshilat:35 ) 


   Wajah cerah,senyum dibibir membuat orang-orang menjadi senang.Disisi lain,ketika Anda berwajah keruh  atau bermuka masam saat bertemu dengan orang lain maka sesungguhnya Anda telah memperlihatkan sikap permusuhan dan mengancam retaknya persahabatan Anda dengannya.Biasakanlah tersenyum atau tampil dalam keadaan membuat orang lain merasa nyaman dengan Anda...Waallahu A'lam Bisawwab....

      Wassalamu’alaikum Wr Wb.

*Renungan dan kisah inspiratif

Sabtu, 23 Oktober 2010

Saling ikhlas satu sama lain

Rusaknya banyak pernikahan
dimulai dari kecenderungan untuk
menyalahkan satu sama lain.



Apa pun yang terjadi
di dalam kehidupan keluarga,
yang tidak sesuai dengan harapan,
adalah tanggung-jawab bersama
dari suami dan istri
untuk memperbaikinya.

Dan itu semua dimulai dari perbaikan sikap
dari kedua pribadi itu.

Maka, marilah kita saling ikhlas
untuk memperbaiki diri dan
menggembirakan satu sama lain.

Mario Teguh

Menjadi yang paling Kaya dan yang paling di Cintai


”Bukan daging-daging unta dan darahnya itu yang dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al-Hajj: 37)

Maha Agung Allah yang Menciptakan kehidupan dengan segala kelengkapannya. Ada kelengkapan pokok, ada juga yang cuma hiasan. Sayangnya, tak sedikit manusia yang terkungkung pada jeratan kelengkapan aksesoris.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling kaya

Logika sederhana manusia kerap mengatakan kalau memberi berarti terkurangi. Seseorang yang sebelumnya punya lima mangga misalnya, akan berkurang jika ia memberikan dua mangga ke orang lain. Logika inilah yang akhirnya menghalangi orang untuk berkurban.

Jika bukan karena iman yang dalam, logika ini akan terus bercokol dalam hati. Ia akan terus menenggelamkan manusia dalam kehidupan yang sempit, hingga ajal menjemput. Sulit menerjemahkan sebuah pemberian sebagai keuntungan. Sebaliknya, pemberian dan pengorbanan adalah sama dengan pengurangan.

Rasulullah saw. mengajarkan logika yang berbeda. Beliau saw. mengikis sifat-sifat kemanusiaan yang cinta kebendaan menjadi sifat mulia yang cinta pahala. Semakin banyak memberi, orang akan semakin kaya. Karena kaya bukan pada jumlah harta, tapi pada ketinggian mutu jiwa.

Rasulullah saw. mengatakan, “Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda. Tetapi, kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Abu Ya’la)

Berkurbanlah, Anda akan menjadi orang sukses

Sukses dalam hidup adalah impian tiap orang. Tak seorang pun yang ingin hidup susah: rezeki menjadi sempit, kesehatan menjadi langka, dan ketenangan cuma dalam angan-angan. Hidup seperti siksaan yang tak kunjung usai. Semua langkah seperti selalu menuju kegagalan. Buntu.

Namun, tak sedikit yang cuma berputar-putar pada jalan yang salah. Padahal, rumus jalan bahagia sangat sederhana. Di antaranya, kikis segala sifat kikir, Anda akan menemukan jalan hidup yang serba mudah.

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan ada pun yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)

Kalau jalan hidup menjadi begitu mudah, semua halangan akan terasa ringan. Inilah pertanda kesuksesan hidup seseorang. Semua yang dicita-citakan menjadi kenyataan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang sukses.” (Al-Hasyr: 9)

Berkurbanlah, Anda akan sangat dekat dengan Yang Maha Sayang

Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tidak berharta. Atau, menjadi miskin dulu agar bisa dekat dengan Allah swt. Tentu bukan itu. Tapi, bagaimana meletakkan harta atau fasilitas hidup lain cuma di tangan saja. Bukan tertanam dalam hati. Dengan kata lain, harta cuma sebagai sarana. Bukan tujuan.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan kurban. Karena dari segi bahasa saja, kurban berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. Berkurban adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling dicintai

Setiap cinta butuh pengorbanan. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan pengorbanan, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

Allah swt. Maha Tahu atas isi hati hamba-hambaNya. Mana yang benar-benar mencintai, dan mana yang cuma main-main. Dan salah satu bentuk keseriusan seorang hamba Allah dalam mencari cinta Yang Maha Pencinta adalah dengan melakukan pengorbanan. Bisa berkorban dengan tenaga, pikiran, dan harta di jalan Allah. Dan sebenarnya, pengorbanan itu bukan untuk kepentingan Allah. Allah Maha Kaya. Justru, pengorbanan akan menjadi energi baru bagi si pelaku itu sendiri.

oleh: Ust Muhammad Nuh