Tampilkan postingan dengan label Motor Drive AC / DC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor Drive AC / DC. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

PERHATIAN untuk Semua Pengusaha dan karyawan termasuk Anda!


Banyak pengusaha di luar sana *Saya yakin bukan Anda* yang mengatakan bahwa dirinya lebih baik dari Karyawan. Dalihnya, karena hanya dengan menjadi Pengusaha bisa bermanfaat bagi banyak orang. Yakin?

Ingat…
"Tidak ada yang Lebih Mulia antara Pengusaha dan Karyawan kecuali mereka yang Bertaqwa kepada-Nya"

Nah, sekarang, banyak juga pengusaha/karyawan yang awalnya niatnya untuk bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyak, malah justru sebaliknya.

Boro-boro kehidupannya dipenuhi dengan manfaat, yang ada justru malah terus Bermaksiat.
  • Berbohong saat Negosiasi
  • Janji Palsu saat Promosi
  • Meninggalkan Sholat demi berjalannya Rapat
  • Lupa Sedekah karena merasa diri lagi Bangkrut
  • Cinta Dunia dan Melupakan Akhirat
  • dan lain-lain
Alhasil, niatnya tidak sesuai dengan kenyataannya.
Katanya jadi pengusaha/bekerja agar bisa…
  • Sedekah Banyak karena Pendapatan Banyak
  • Sholat Berjamaah dan tepat waktu, tanpa alasan ada Kerjaan
  • Mengumrohkan dan menghajikan orang tua
  • Membangun panti dan tempat ibadah
  • Bermanfaat bagi sesama
  • dan lain-lain
Nyatanya malah seringkali sebaliknya.

Mari kita sama-sama introspeksi diri, "
Apakah bisnis/pekerjaan yang sedang kita jalankan saat ini semakin mendekatkan kepada-Nya atau justru sebaliknya?"

Ingat…
"Bisnis/ pekerjaan yang Bagus bukan hanya yang Menghasilkan Uang saja, tapi semakin Mendekatkan Ownernya/karyawan dengan Peciptanya"

Kalau sekiranya bisnis/pekerjaan yang sedang kita jalankan ini lebih banyak madhorotnya, lebih baik jangan berbisnis/bekerja saja.

Kuncinya:
Pastikan yang kita Lakukan Diridhoi oleh Allah SWT.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda. Aamiin...



Eko Setiyo Gunawan
Financial Planner Takaful

NB:

Oh ya, jika Anda bingung Bagaimana Mengatur Gaji bulanan, agar bertahan sampai akhir Bulan bahkan Tahunan silakan pelajari tipsnya disini

Minggu, 30 Oktober 2011

Variable Speed Drive (VSD) atau Inverter


Aplikasi variable speed banyak  diperlukan dalam industri. Jika sebelumnya banyak dipergunakan system mekanik, kemudian beralih ke motor slip/ pengereman maka saat ini banyak menggunakan semikonduktor. Tidak seperti softstarter yang mengolah level tegangan, inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur speed motor. Seperti diketahui, pada kondisi ideal (tanpa slip) 
             
        RPM = 120 . f         
                      P
Dimana:
RPM          : Speed Motor (RPM)
F               : Frekuensi (Hz)
P              : Kutup motor (pole)

Jadi dengan memainkan perubahan frekuensi tegangan yang masuk pada motor, speed akan berubah. Karena itu inverter disebut juga Variable Frequency Drive.


Prinsip kerja inverter yang sedehana adalah :
1. Tegangan yang masuk dari jala jala 50 Hz dialirkan ke board Rectifier/ penyearah DC, dan ditampung ke bank capacitor. Jadi dari AC di jadikan DC.
2. Tegangan DC kemudian diumpankan ke board inverter untuk dijadikan AC kembali dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Jadi dari DC ke AC yang komponen utamanya adalah Semiconduktor aktif seperti IGBT. Dengan menggunakan frekuensi carrier (bisa sampai 20 kHz), tegangan DC dicacah dan dimodulasi sehingga keluar tegangan dan frekuensi yang diinginkan.

Untuk pemasangan inverter sebaiknya juga dipasang unit pengaman hubung singkat seperti Seconductor Fuse atau bisa juga Breaker. Ini seperti pada pemasangan softstarter hanya saja tanpa contactor bypass.

Pengontrolan start, stop, jogging dll bisa dilakukan dengan dua cara yaitu via local dan remote. Local maksudnya adalah dengan menekan tombol pada keypad di inverternya. Sedangkan remote dengan menghubungkan terminal di board control dengan tombol external seperti push button atau switch. Masing masing option tersebut mempunyai kelemahan dan keunggulan sendiri sendiri.

Frekuensi dikontrol dengan berbagai macam cara yaitu : melalui keypad (local), dengan external potensiometer, Input 0 ~ 10 VDC , 4 ~ 20 mA atau dengan preset memori. Semua itu bisa dilakukan dengan mengisi parameter program yang sesuai. 

Beberapa parameter yang umum dipergunakan/ minimal adalah sebagai berikut (istilah/nama parameter bisa berbeda untuk tiap merk) :
  1. Display : Untuk mengatur parameter yang ditampilkan pada keypad display.
  2. Control : Untuk menentukan jenis control local/ remote.
  3. Speed Control : Untuk menentukan jenis control frekuensi reference.
  4. Voltage : Tegangan Suply Inverter.
  5. Base Freq. : Frekuensi tegangan supply.
  6. Lower Freq. : Frekuensi operasi terendah.
  7. Upper Freq. : Frekuensi operasi tertinggi.
  8. Stop mode : Stop bisa dengan braking, penurunan frekuensi dan di lepas seperti starter DOL/ Y-D.
  9. Acceleration : Setting waktu Percepatan.
  10. Deceleration : Setting waktu Perlambatan.
  11. Overload : Setting pembatasan arus.
  12. Lock : Penguncian setting program.
Jika beban motor memiliki inertia yang tinggi maka perlu diperhatikan beberapa hal dalam acceleration dan deceleration. Untuk acceleration/ percepatan akan memerlukan torsi yang lebih, terutama pada saat start dari kondisi diam. 

Pada saat deceleration/ perlambatan, energi inertia beban harus didisipasi/ dibuang. Untuk perlambatan dalam waktu singkat atau pengereman, maka energi akan dikembalikan ke sumbernya. Motor dengan beban yang berat pada saat dilakukan pengereman akan berubah sifat menjadi “generator”. Jadi energi yang kembali ini akan masuk ke dalam DC Bus Inverter dan terakumulasi di sana karena terhalang oleh rectifier. Sebagai pengamanan, inverter akan trip jika level tegangan DC Bus melebihi batas yang ditoleransi.

Untuk mengatasi tripnya inverter dalam kondisi ini diperlukan resistor brake. Resistor brake akan membuang tegangan yang lebih dalam bentuk panas. Besar kecilnya resistor brake ini sangat tergantung dengan beban dan siklus kerja inverter.


sumber : bayupancoro.wordpress.com

Minggu, 23 Oktober 2011

Wiring Diagram Star Delta


Rangkaian star delta ini diawali dengan hubung star terlebih dahulu, setelah itu baru terhubung delta. Penggambarannya sebagai berikut: 


gbr. wiring rangkaian utama star delta 

Penjelasan: 
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa wiring star delta menggunakan 3 buah kontaktor utama yang terdiri dari K1 (input utama) K2 (hubung star) dan K3 (hubung delta).
Pada gambar diatas, ketika K1 dan K2 aktif atau berubah menjadi NC maka hubungan yang terjadi pada motor menjadi hubung star, dan ketika K2 menjadi NO maka K3 pada saat yang bersamaan menjadi NC. Dan perubahan ini menyebabkan rangkaian pada motor menjadi hubung delta.
Bagaimana kita membuat K1, K2 dan K3 bekerja secara otomatis merubah hubung motor menjadi star delta? 
Perhatikan gambar dibawah ini: 


gbr. penjelasan wiring diagram star delta 

Pada kotak yang berwarna merah adalah wiring diagram dari interlock kontaktor, dan kotak yang berwarna hijau adalah kerja dan fungsi dari NO dan NC pada timer. Ketika tombol ON ditekan maka K1 akan bekerja, begitu juga T dan K2 (hubung star). Dalam hal ini K2 akan langsung bekerja karena terhubung pada NC dari T, disaat bersamaan T akan bekerja dan menghitung satuan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dimana setelah habis ketapan waktunya maka NCnya akan berubah menjadi NO begitu juga sebaliknya. Perubahan inilah yang dimanfaatkan untuk menghidupkan K3 (hubung delta).
Sebagai finalisasi wiring diagram star delta ini, maka saya tambahkan NC pada K2 dan K3 yang saling bertautan pada masing masing kontaktornya. Arus listrik akan mengalir terlebih dahulu pada NC K3 sebelum masuk koil K2, begitu juga sebaliknya. Hal ini semata-mata untuk menghindari terjadinya kedua kontaktor itu bekerja secara bersamaan bila terjadi hubung singkat, yang bisa menyebabkan kerusakan pada Rangkaian Utamanya.
Cukup itu saja penjelasan dari saya tentang wiring diagram star delta ini. Semoga penjelasan ini menjadi gerbang pembuka untuk mempelajari dan membuat wiring diagram rangkaian otomatis lainnya.

Semoga bermanfaat untuk sobat blogger..

Sabtu, 22 Oktober 2011

Pengabelan Star dan Delta Motor Induksi 3 Fase


Berbagi ilmu dari tempat saya bekerja, Kali ini saya akan membahas tentang hubung Bintang Segitiga motor induksi 3 fase dan wiring diagramnya. Perhatikan gambar dibawah ini: 

gbr. motor induksi 3 fase 

Dalam gambar diatas dijelaskan (dari kiri layar): motor induksi 3 fase single line diagram, three line diagram dan penggambaran lilitan motor induksi 3 fase (secara umum).

Tentunya kita juga sering mendengar tentang istilah hubung motor Star Delta atau Bintang Segitiga bukan?

Prinsipnya adalah saat sebuah motor 3 fase distart awal, motor tidak dikenakan nilai tegangan penuh dan hanya arus saja yang digunakan secara penuh. Tentunya motor induksi bertipikal seperti ini hanya motor induksi dengan daya diatas 5.5 HP (Horse Power), sedangkan 1 HP adalah bernilai 0.75 KW (kilowatt). Karena penggunaan arus mula yang lumayan besar ini, maka diperlukanlah hubungan bintang (star) untuk meminimalisir arus. Setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun, barulah dipindahkan menjadi hubungan segitiga (delta) sehingga motor tersebut mendapatkan nilai tegangan secara penuh.

Sudah jelas khan??

Setelah melihat gambar pertama, maka penggambaran tentang hubung Bintang (star) dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 

gbr. hubungan star

Dan sebuah hubung Segitiga (delta) dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 

gbr. hubungan delta

Itu saja penjelasan dari saya tentang hubung Bintang Segitiga, semoga bermanfaat buat sobat blogger.